Tuesday, February 4, 2014

Listen to me!

Saya pendiam kok. Apalagi urusan mencintai diam-diam; saya ahlinya. Awalnya susah jadi pendiam, tapi lama-lama..semua terasa lebih jelas kalau dilakukan diam-diam.
Saya mulai belajar makan, tidur, berjalan dengan diam-diam. Bahkan menangis diam-diam.  Lama kelamaan, saya mulai jadi pendiam. Sekarang saya bisa mencapai tingkatan tertinggi; berbicara diam-diam.

Friday, January 24, 2014

Putus Asa..

Untuk yang nyaris putus asa,
bisikkanlah

Tuhanku Yang Maha Melapangkan,

Ingin rasanya aku menyerah,
melepaskan ini semua dan
membiarkan diriku hilang
dalam ketidak-pedulian.

Tapi aku tak mungkin ikhlas
membiarkan jiwa baikku ini rusak.

Sebetulnya aku hanya letih
dan sedikit merasa tak disayangi

Tapi aku tahu,
Engkau mencintaiku.

Tuhan,
lapangkahlah dadaku,
teduhkanlah wajahku,
dan tinggikanlah derajatku

Aamiin

Thursday, January 23, 2014

Kamu sudah tersenyum hari ini? :)

Orang yang mampu untuk tersenyum dalam keadaan apapun itu adalah orang yang kaya. Aku mau kaya :)
Setiap senyum pasti meninggalkan kesan yang menyenangkan. Kecuali senyum mertua jahat di sinetron. Kalo kita lagi ngomong sama orang di telpon sambil senyum, meskipun orangnya nggak liat kita, pasti orangnya merasa :)
Senyum itu bikin orang merasa diterima dan dihargai. Iya kan? Iya. Aku selalu ngerasa nyaman sama orang yg nggak pelit untuk senyum & nggak betah sama orang yang jutek.
Orang ganteng sekalipun kalo nggak suka senyum ya tetep ganteng sih. Tapi nggak semenyangkan orang yang suka senyum...
Senyum itu menular. Mood sejelek apapun kalo liat orang tersenyum jadi agak enakan. Kalo bisa jadi orang yang menyenangkan cuma dengan senyum aja, kenapa memilih jadi orang yang menyebalkan?
Jangan kayak mantan aku dulu yang smp dan sma selalu saja dapat predikat miss jutek. Tapi untungnya setelah berpacaran sama aku, mereka banyak belajar senyum terus, sekarang banyak teman dan mantan deh merekanya :)
Itu karna setiap ketemuan aku bilangin "orang yg marah² terus jadi cepet tua. Artinya, kalo berusaha untuk senyum terus jadi awet muda kan? Dan akupun akan selalu menyayangimu selama senyum itu ada padamu".. :D
Mendingan memaksa diri untuk tersenyum daripada kesel terus-terusan kan? Siapa tau dgn begitu keselnya jadi ilang. Eh, tapi jangan salah loh.. biasanya yg ketularan bukan dapet senyum lagi tapi bisa jadi ngakak kalo pas ngobrol sesuatu :) --> :)) --> :D
Daripada puasanya batal karena kesel, mendingan pura-pura tersenyum. Pura-pura yg kayak gitu nggak bikin dosa kok. Sebab dengan banyak tersenyum, orang lain jadi nyaman sama kita & kita ngebantu orang lain juga untuk merasa lebih baik :')
Jangan takut kalo kebanyakan senyum gigimu jadi kering. Mending gigi kering lagian, daripada hati yg kering. Aeh.
Senyum itu sesuatu yg paling murah yg bisa kasih ke org lain, tapi efeknya dahsyat dan nggak murahan :D
Orang yang bersyukur dan ikhlas, pasti nggak susah untuk tersenyum ya? Iya.
Dulu aja mukaku jutek bawaan lahir. Karena sering senyum gara² males dibilang galak. Sekarang jadi kebiasaan senyum ke siapa aja :)
Yang aku lakuin kalo lagi susah senyum, latihannya gigit pensil atau pulpen. Tapi jangan dikunyah ya. Nanti matik :D
Orang yang susah untuk nggak senyum terus itu orang yang lagi jatuh cinta ya? Karena nggak tiap hari kita bisa jatuh cinta demi bisa senyum terus, gimana kalo senyum duluan supaya ada yang jatuh cinta?
Mau minta tolong sama orang juga kalo pake senyum kebanyakan lebih berhasil daripada mintanya pake maksa. Masih bisa makan, masih bisa tidur, masih punya temen kan? Berarti masih bisa senyum juga dong :')

Tuesday, December 24, 2013

Harga Sebuah Impian

Karier seorang penulis umumnya diawali dari sebuah impian, sebuah fantasi, sebuah tujuan yang terlihat jauh di balik cakrawala. "Saya ingin jadi penulis novel." "Saya ingin menerbitkan buku puisi." "Saya ingin nama saya terpampang di layar sebagai penulis cerita film." Karier saya juga diawali dengan sebuah impian. Saya ingin membuat orang tertawa. Saya ingin menulis cerita komedi.
Tetapi setiap penulis juga harus menyadari, bahwa ada harga yang harus dibayar untuk setiap tujuan yang hendak dicapai. Tiket masuk ke dalam sebuah impian tidak ada yang gratis. Ada riset yang harus dilakukan, harus belajar, berlatih, berlatih, dan berlatih. Yang paling murah dan biasanya
paling cepat, jalan untuk mencapai semua keinginan itu adalah dengan membayar harganya secara penuh. Lakukan semua pekerjaan dengan sungguh-sungguh!

aat saya memutuskan untuk menjadi seorang penulis komedi, saya ingin belajar dari seorang yang profesional. Bob Hope, saya pikir, memiliki bahan-bahan yang berguna dan paling bisa dipelajari untuk tujuan analisis. Bahan-bahan komedinya yang lucu ada di koran dan murni humor. Tentu saja, Bob Hope adalah seorang pakar dalam membawakan lawakan yang dibawakan secara langsung, tetapi tetap saja ada humor yang bisa dibaca dan dipelajari. Komik yang lain, seperti Jerry lewis juga lucu, tetapi lebih kepada kejenakaan untuk menciptakan suasana yang meriah. Di buku, bahan-bahan itu kurang begitu bermanfaat bagi para pelajar, dibandingkan seperti pada buku-buku komedi Bob Hope.

Jadi saya mempelajari komedi Bob Hope. Saya merekam monolog-nya di acara televisi dan menyalin kata-katanya. Saya harus menganalisis bentuk-bentuk lawakan, susunan kata, ritme, pengaturan lelucon di dalam aliran, dan lain-lain. Kemudian, untuk sementara waktu saya mengesampingkan
monolognya. Dalam beberapa minggu, saya telah memilih topik baru dari koran dan mencoba menulis sebuah humor dengan mempergunakan teknik yang saya pelajari dari monolog Bob Hope yang terbaru. Dengan mempergunakan teknik ini, Bob Hope dan para penulisnya menjadi mentor saya.

Dan ternyata cara itu membuahkan hasil. Saya berhasil menjadi penulis komik di koran lokal, kemudian melanjutkan jenjang karier menjadi sorang staf di pertunjukan selingan di televisi.
Bahkan akhirnya menjadi lebih berhasil lagi. Bob Hope menghubungi saya. "Saya sudah mendengar mengenai tulisan anda dan berpikir jika anda mau membuatkan beberapa alur cerita untuk saya tampil di Academy Awards. Tahun ini saya menjadi pembawa acaranya. Saya ingin tahu apakah humor buatan
anda bisa membantu saya." Ini adalah bagian dari mimpi yang tidak berani saya bayangkan sebelumnya. Tetapi di sini tidak ada sesuatu yang mustahil. Saya membuka buku dan memegang pulpen di halaman belakang rumah, menulis beberapa ratus lelucon mengenai kondisi saat ini tentang bioskop, selebritis, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan piala Oscar. Secara alami, saya menggunakan metoda yang saya pelajari bertahun-tahun dari gaya lawakan Bob Hope.

Bob Hope mempergunakan sepuluh humor yang saya berikan pada casting televisi dan itu membuat saya sangat bangga. Hari berikutnya dia memanggil saya lagi dan berkata, "Saya suka tulisan-tulisan anda. Kelihatannya anda telah menulis bahan komedi untuk saya sepanjang hidup saya." "Benar Pak Hope," kata saya. "Hanya bapak tidak mengetahuinya. " Selanjutnya saya menjadi penulis tetap untuk Bob Hope.
* * * * *
Ada dua pelajaran yang berharga dari pengalaman ini, bahwa semua penulis dapat belajar dan memperoleh inspirasi dari : Pertama yaitu usaha yang harus dilakukan, supaya setiap impian dapat
terwujud. Impian adalah sumber kekuatan, hanya jika impian itu diwujudkan dalam penelitian, pembelajaran dan usaha yang tidak kenal menyerah. Hal yang kedua adalah: lakukan segala hal yang harus dikerjakan - dan tujuan anda akan bisa diraih.

Friday, December 20, 2013

Bahagia???

Engkau yang kecewa dan seperti tak berharapan untuk apa pun, dengarlah ini …

Untuk jatuh cinta dan kemudian memenangkan hidup bersamanya, adalah kemenangan bagi yang beruntung.

Tapi,

Jatuh cinta dan terkalahkan oleh pesaing cinta yang dipilihnya selain mu, adalah kepedihan yang menguatkanmu untuk menang dalam kesempatan cinta yang setelahnya.

Apakah yang membuatmu merasa bahwa hanya satu orang dari milyaran penduduk dunia ini yang sesuai bagi cintamu?

Dan apakah yang membuatmu menyungkurkan diri karena penolakannya, seolah hanya dia satu-satunya orang di dunia ini yang mampu memuliakanmu?

Maka janganlah bersedih dengan cara yang menjadikanmu pribadi yang tak menarik dan hanya menjanjikan kehidupan yang penuh keluhan dan rintihan.

Janganlah kecewa dengan cara yang menjadikanmu tak akan terpilih, bahkan oleh mereka yang sudah tak punya pilihan.

Kalah itu wajar. Kecewa itu biasa. Tapi, bangkit dan membuktikan bahwa dia yang meninggalkanmu itu yang rugi, itu baru super!

Bersedihlah sebentar, tapi pastikanlah engkau berbahagia lebih lama.

Ini hidupmu. Pilihlah untuk membahagiakan dirimu.

Tuesday, November 19, 2013

Kisah Pertemanan Sejati

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi
menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan
dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.

Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ??

Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??

Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABAT ANDA

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

**Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita **

Sunday, October 6, 2013

Bersyukur dan Berbahagialah

Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan. " Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia ? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ?" Murid-murid tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari Pak Guru, " Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidup kalian ..." Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan Pak Guru itu
menunjuk pada seorang murid. " Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui ? Berbagilah dengan teman-temanmu ..." Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, " Seminggu yang lalu, adalah saat-saat yang sangat besar buat saya. Orang tua saya, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang saya impikan selama ini." Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu. " Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu !"

Pak Guru tersenyum. Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya. Maka, terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri. Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung. Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara,hingga terdengar suara dari arah belakang. " Pak Guru ... Pak, saya belum bercerita." Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil.
Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar
yang mereka punya. " Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua," ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu. " Apa hal terbesar yang kamu dapatkan ?"ujar Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali." Keberhasilan terbesar buat saya, dan juga buat keluarga saya adalah ... saat nama keluarga kami tercantum dalam Buku Telepon yang baru terbit 3 hari yang lalu."

Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu. Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, " Ha ? Saya sudah sejak lahir menemukan nama keluarga saya di Buku Telepon.
Buku Telepon ? Betapa menyedihkan ... hahaha ..." Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, " Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu ?" Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan. Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan. " Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya.
Silahkan teruskan, Nak ..."

Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara. " Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah saya dapatkan. Dulu, Papa saya bukanlah orang baik-baik. Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi." Matanya tampak menerawang.Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.
" Tapi, kini Papa telah berubah. Dia telah mau menjadi Papa yang baik buat keluarga saya. Sayang, semua itu tidak butuh waktu dan usaha.Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja. Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Papa
saya.

Dan kini, Papa berhasil.Bukan hanya itu, Papa juga membeli sebuah rumah kecil buat kami. Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi." " Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluarga saya ada di Buku Telepon ? Itu artinya, saya tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan Papa untuk terus berlari. Itu artinya, saya tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang saya sayangi.
Itu juga berarti, saya tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin. Dan itu artinya, saya, dan juga keluarga saya, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya."

Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir. " Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang saya dapatkan nanti ..." Kelas terdiam. Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk. Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan. Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan. Mereka juga belajar satu hal : " Bersyukurlah dan berbahagialah setiap kali kita mendengar keberhasilan orang lain.Sekecil apapun ...Sebesar apapun ...