Thursday, April 18, 2013

H-1 Ohh..

Dan waw besok aku ulang tahuuun!! Yang ke-15..
Ga berasa ya.. ternyata aku udah hidup di dunia selama itu.. dan huwaaahh udah menimbun dosa teramat banyak..
Hhh.. sebenarnya dari lubuk hati terdalam, aku ga pgn menjadi orang dewasa, aku pingin terus jadi anak kecil, selalu dinaungi oleh kedua orangtuaku.. aku ga sanggup ngebayangin gimana rasanya kalau harus pisah sama mereka. Aku pingin terus bermanja-manja, pingin selalu disayang mereka, pokoknya aku pingin terus menjadi anak kecilnya mereka.

Aku sayang keluargaku banget. Prinsip aku sekarang selama aku masih bisa sama keluarga aku, aku akan maksimalin waktu-waktu itu. Setiap momen sama mereka ga akan pernah terulang lagi. Karena kebersamaan ini berpacu dengan waktu. Aku ga pingin cepet-cepet menjadi dewasa.

Tapi selama ini aku udah ngapain buat keluargaku, terutama kedua orang tuaku. Selama 15 tahun aku memasuki dunia ini dan bahkan sebelum itu kasih mereka tidak pernah berhenti untukku. Sesulit apapun keadaan mereka, mereka selalu berusaha keras memenuhi segala kebutuhanku, selalu berusaha keras untuk membuatku senang, selama ini ulang tahunku ngga pernah mereka lewatkan, selalu ada hadiah-hadiah,kejutan-kejutan dari mereka untuk aku.

Ya Allah bagaimana caranya aku membalas semua itu?
Ya Allah, aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk membahagiakan mereka, diberi kesempatan untuk membalas semua kebaikan mereka..diberi kesempatan untuk memperlihatkan hasil dari apa-apa yang telah mereka perjuangkan, dari apa yang telah mereka usahakan, dari apa yang udah mereka tanam, dari apa yang telah mereka korbankan. Juga bantuulah aku Ya Allah...

Ya Allah, sayangilah kedua orangtuaku, sungguh mereka sangatlah baik dan telah mendidikku dengan baik juga, ampunilah segala dosa-dosanya ya Allah, sungguh aku sangat menyayangi mereka tiada tara.

Amiin...

Thursday, April 11, 2013

Apakah Salah Aku Memiliki Paras Wajah Seperti Ini?

Apakah salah aku meiliki raut wajah seperti ini?

Apakah salah aku memiliki paras wajah seperti ini?

Kenapa selalu penampilan luar saja yang dinilai?

Kenapa menilai seseorang hanya dari melihat raut wajahnya saja, tanpa tahu keseharian dan kepribadiannya?

Apa salah jika aku terkadang lupa? Bukankan lupa itu memang fitrah dari manusia. Aku lupa juga gak setiap hari, gak setiap saat.

Aku tak pernah meminta untuk diberikan wajah seperti ini. Jika aku boleh meminta, aku ingin memiliki wajah yang tampak ramah dan selalu tersenyum walau sebenarnya tidak tersenyum, hanya biasa saja. Wajahku memang seperti ini, wajah ini pemberianNya, anugerah dariNya, mataku-pun seperti ini apa adanya. Walau aku bersikap biasa saja, melihat seperti biasa, tapi mengapa mereka selalu menganggapnya aku cemberut, jutek, melotot atau tidak ramah? Wajahku memang seperti ini, walau aku bersikap biasa saja, mereka selalu menganggapnya aku jutek, padahal “nggak” , walau aku menatap biasa saja, mereka menganggapnya aku melotot, walau aku hanya sekedar melirik, mereka menganggapnya aku mengawasi dengan tatapan yang tidak enak. Memang aku akui, kebanyakan temanku mengatakan mataku tajam, tatapan mataku tajam, menakutkan. Itu bukan pilihanku, bukan keinginanku, itu anugerah, pemberian dariNya. Apakah aku salah jika aku memiliki raut wajah yang seperti ini? Apakah aku salah jika memiliki mata yang tajam? Apakah aku harus protes kepadaNya atas pemberianNya ini? Apakah aku harus marah padaNya.

Mengapa aku sudah bersikap biasa-pun mereka selalu menganggapku seperti itu?????????????????? Menganggapku tidak ramah, jutek, cemberut????????????? Mengapa???????????????? Apakah salah aku memiliki wajah seperti ini??????????? Aku gak minta untuk diberikan wajah seperti ini !!!!!!!!!!!!!!!!!

Apakah penilaian terhadap diriku udah seburuk itu jika aku memiliki wajah yang seperti ini? Apakah mereka yang memiliki wajah manis dengan senyum menawan sudah pasti memiliki akhlak yang baik pula? Wah enak betul, jika segala sesuatu hanya dinilai dari luarnya saja. Mereka yang memiliki wajah manis, tampan, senyum menawan belum tentu hatinya sacantik dan setampan rupanya, dan berakhlak baik. Banyak wajah-wajah seperti itu yang menipu, bermuka dua, luarnya bagus, dalemnya busuk; layaknya buah kedondong yang mulus hanya di luarnya saja, dalamnya berduri.

Aku tak mengapa memiliki wajah seperti ini, yang penting aku jujur, masih punya etika, masih punya akhlak, masih mau menjalankan perintahNya, masih beribadah. Aku bersyukur memiliki wajah seperti ini, karena ini adalah anugerahNya, pemberianNya. Aku bersyukur aku masih punya Agama, masih bisa beribadah kepadaNya. Wajah cantik, tampan, senyum menawan tapi tak pernah beribadah, tak pernah sholat apa gunanya????

Thursday, March 7, 2013

Bahagia Kitaa..

“aku akan pergi jika kamu menyuruhku untuk pergi”
tidak. aku tidak akan pernah menyuruhmu pergi.
kamu temanku. kamu tau itu. tidak mungkin aku menyuruh temanku pergi menjauh dariku.
kamu temanku. dan selamanya akan tetap seperti itu.
tapi kamu berbeda dengan teman-temanku.
kamu punya cerita sendiri denganku, dulu. tidak seperti mereka.
kamu berbeda.
caramu memanggilku, caramu menatapku, caramu menenangkanku. dulu berbeda.
tapi sekarang, semuanya sama.
segala caramu itu, sudah bukan untukku lagi. aku sadar itu. sadar. sangat sadar.
tapi sampai sekarang aku tidak bisa benar-benar menyama-ratakan antara kamu dan teman-temanku.
kenapa?
karena cerita antara aku dan kamu, berbeda.
cerita itu yang membuatku kadang lupa kalau kamu temanku.
hapus saja?
mungkin, jika aku tiba-tiba amnesia atau apalah itu.
sakit. cerita itu membuatku sakit.
semua doa yang dialamatkan untuk kita, untuk bahagia kita.
semua mata yang memandang kita bahagia.
semua mulut yang berkata kita bahagia.
aku sakit untuk semua itu.
mengertilah.
aku tidak berusaha menjauh darimu.
menjauh darimu hanya akan menjadi sebuah pelarian saja.
dan pelarian itu suatu saat akan berhenti. tidak pada garis akhir. tapi kembali pada titik awal.
aku tidak menjauh darimu.
aku hanya ingin membiasakan diri tanpamu.
membiasakan diri bersama teman-temanku lagi. kamu tau, dulu aku tidak terbiasa dengan teman-temanku.
aku hanya ingin membiasakan diri dan membuat cerita-cerita baru tanpamu.
agar tidak semua ceritaku tentang kamu.

kamu juga sudah terbiasa tidak denganku kan sekarang?
kamu sudah punya penggantiku kan?
kamu sudah bahagia kan?
jangan sampai kamu tidak bahagia.
dan karena kamu sudah bahagia, sekarang giliran aku yang bahagia ya.
aku harus bahagia kan?
kamu tau, setiap hari aku berdoa agar aku bahagia, tanpamu.

namun malam itu,
aku menguntai doa untukmu, untuk bahagiamu
agar kamu bahagia tanpa aku.
agar kamu bahagia setelah melepasku.
aku ingin kamu lebih bahagia.

pada akhirnya,
tetap saja,
aku ingin kita bahagia, tanpa satu-sama lain.

Wednesday, February 6, 2013

Ada Aku Disini

Ketika semua orang memusuhimu
Ingatlah ada aku di sini

Ketika ada orang yang membencimu
Ingatlah ada aku di sini

Ketika semua orang mencibirmu
Ingatlah ada aku di sini

Sudah hapuslah air matamu
Jangan pernah kau takut
Ada aku di sini

Ketika semua orang meninggalkanmu
Ingatlah ada aku di sini

Ketika tak ada tempatmu untuk bersandar
Ingatlah ada aku di sini

Usahlah kau tangisi kepergiannya
Karena dia tak akan kembali
Ada aku di sini

Hanya ada aku di sini
Ketika semua orang tak lagi percaya padamu

Monday, January 7, 2013

Semua Berawal dari Percaya Diri

Dari Perbincangan dengan beberapa sahabat, banyak sahabat yang menyebutkan bahwa mereka tidak percaya diri dalam memulai sesuatu yang baru, seperti untuk mempublikasikan tulisan mereka, untuk memulai ke karir yang baru, untuk Memutuskan untuk menikah, untk memulai bisnis mereka, untuk melakukan presentasi, Dll. Beberapa kesimpulan yang bisa saya tarik dari perbincangan dengan para
sahabat, mengapa mereka tidak percaya diri adalah banyak sahabat mengurungkan niat mereka untuk memulai sesuatu dengan mengajukan alasan yang sedikit salah. seperti " Saya tidak bisa, Saya tidak mampu, Pendidikan saya belum cukup, yang saya lakukakan kurang baik, dll"

Dalam memulai sesuatu di perlukan untuk membangun kepercayaan diri,dalam membangun kepercayaan diri jangan sekali-kali membuat alasan. Hal itu mungkin sangat menyenangkan dan menentramkan hati, tetapi alasan-alasan tersebut hanya akan menghamabat seseorang dari melakukan sesuatu. Maka saya menyarankan bila ingin lakukan sesuatu, maka segera bertindak, lakukan yang ingin dilakukan, baik yang dilakukan berhasil atau tidak, itu akan menjadi pengalaman tersendiri buat kita. bila berhasil kita akan mendapat pengalaman yang menyenangkan. Bila gagal hal itu akan menjadi pengalaman yang akan menjadi pelajaran buat kita untuk diperbaiki.

Kita juga perlu membangun pemikiran positif tentang apa yang akan kita lakukan, Hal yang positif itu harus memungkinkan kesan positif pada diri Anda dan peningkatannya, serta pemikiran positif itu harus mengarah ke hal yang ingin anda lakukan. Sahabat dalam melakukan sesuatu jangan takut untuk gagal, takut ditertawai orang, di pandang negatif, atau hal-hal yang menyeramkan mengenai kegagalan, Karena dalam banyak contoh dalam perbincangan dengan sahabat, ketakutan akan Kegagalan telah mengahalangi begitu banyak orang untuk mencoba, sehingga mereka mundur sebelum mencoba, berbuat atau meraih keberhasilan sebab mereka tidak mampu menerima terminologi dimana ada kemungkinan untuk gagal. Sebagian orang benar-benar tidak pernah mencoba sesuatupun sebab rasa takut gagal ini telah menguasai pikiran mereka selama bertahun-tahun. Setiap hari mereka memikirkan kegagalan ini sehingga mereka tidak pernah sungguh-sungguh melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka tidak percaya diri dan penuh keraguan.

Tetapi keberhasilan tidak akan pernah diraih bila kita tidak melalui ketakutan akan kegagalan atau pun kegagalan yang pernah dialami untuk diperbaiki. Jadi untuk melakukan sesatu hal maka lebih baik diawali dengan perasaan optimis dan perasaan percaya diri. hanya berbagi pengetahuan bahwa
Percaya diri dibangun oleh aspek rasional (positive thinking), aspek emosional (positive feeling), dan psikologis serta fisiologis (positive knowing). Ayo lakukan sesuatu, walau gagal tetapi kita bisa memperbaiki, dari pada kita takut gagal dan anda tidak melakukan apapun, maka semua berawal dari Percaya diri, dan tetap berfikiran positif (EA)

Friday, September 28, 2012

Sahabat Munafik

Saya sudah sering digituiin sama teman yang saya anggap sahabat jaman sekarang ini selalu aja ada yg munafik kayak gitu. dan parahnya saya baru tau semua itu ketika kami uda 3 tahun berteman. Awalnya saya gak tau kenapa mereka berubah setelah kami berdua masuk sma yg sama ini saya baru tau dari teman sma saya ini yg dia dapat dari teman saya itu. Dari situ saya tau dua hal berarti yang buat teman saya dulu berubah dia.plus dia juga mau ngancurin persahabatan aku sama teman aku di sma ini dong. Padahal ya teman aku yg munafik itu sama aku biasa2 aja tapi dari cerita dia kepada teman sma aku tu acem dia benci banget sama saya. Saya heran emang salah saya apa padahal saya selalu berusaha menghargai dia tapi nyatanya. Saran saya klo menghadapi orang kayak itu dan teman saya itu sebaiknya kita pura-pura gak tau aja klo kita tau dia munafik. Terus kamu ambil sikap jaga jarak aja sama dia percuma klo kita kasih tau hal yg sebenarnya sama dia klo kita tau dia bohongin kita , cuma akan merusak pertemanan aja dan menimbulkan kebencian biarlah itu menjadi rahasia dia sama Allah SWT. Tapi yg pasti jaga jarak aja sama dia jangan terlalu akrab deh percuma berteman sama orang kaya gitu. Dan percuma menganggap dia sahabat. apalagi kamu sama teman kamu yang lain tau kebohongan dia kan. Klo dalam kasus saya, saya bisa memaafkannya karena saya tau ada orang yang percaya sama saya dan saya harap teman saya ini gak akan terpengaruh sama omongan dia,Dan pergi menjauh dari saya . Dan kejadian ini terulang lagi sama teman baru saya yg di sma. ditambah lagi mama saya sampe ikut di masalah ini. Tapi untungnya saya punya sahabat yg percaya sama saya yang membantu saya jadi saya bisa memaafkannya. Jadi intinya peran sahabat klo di masalah ini penting lho. Dia yang tau sebenarnya kejadian nya seperti apa. Apalagi kamu taunya bertiga kan jadi kalian bisa saling menutupi sedangkan saya. Saya mengalami ini sendiri untung aja ada sahabat saya itu. Jadi maafkan aja dia lupakan dia dan cari teman lain yg lebih asik dari dia.

Saturday, June 2, 2012

Setelah lulus SMP

Setelah sekian lama aku nggak ngupdate blog, karena keasyikan belajar buat UAN, dan setelah UAN juga gak punya ide buat nulis di blog, ditambah kecanduan Facebook yang semakin hari semakin parah, akhirnya (alhamdulillah) sekarang bisa ngupdate blog. Semoga aku bisa keep istiqomah buat ngupdate blog, hehehe.
Satu hal yang membedakan hidupku saat ini dengan hidup2ku yang lalu… aku sudah lulus SMP!!! Wah, alhamdulillah, sungguh bener-bener seneng waktu aku tau aku bisa lulus SMP. Perjuanganku buat lulus juga nggak bisa dibilang gampang. Well, sebenarnya sih soal UAN tuh gak susah-susah amat. Justru bisa dibilang mudah. Tapi gak tau kenapa yaa kok jadi kelihatan susah. Padahal, kalo dibandingkan sama soal-soal dari guru-guruku di SpiLuqkim (SMP Putri Luqman Al Hakim), bener-bener gak ada apa-apanya. Soal-soal dari guruku bener-bener sepuluh kali lipat lebih sulit.
Dan alhamdulillah (untuk kedua kalinya),
Di sini aku juga mau ngungkapin kesalutanku buat temen-temen SpiLuqkim angkatan ’06, yang berhasil melewati UAN dengan jujur. Padahal di luar sana banyak hal – hal yang menggoda… dan banyak yang mengerjakan UAN dengan tidak jujur. Tapi temen-temenku bisa melawan godaan-godaan syaithan itu…
Setelah sadar bahwa aku lulus…
Kini ada hal lain yang sedang kupikirkan. Apa yang kudapat dari SpiLuqkim ini? Setelah tiga tahun aku mengalami berbagai hal di sini, baik yang indah maupun yang menyakitkan. Apa yang kudapat dari semua itu??? Apa yang membedakan aku sebelum masuk SMP dan setelah lulus SMP? Adakah suatu hal yang berubah? (otomatis perubahan positif yaa). Kalo gak ada bedanya, berarti aku sekolah sama gak sekolah sama aja dong? Berarti aku sekolah selama tiga tahun gak berguna dong? cuman buang-buang uang, buang-buang waktu, dan buang-buang tenaga dong?
Dibandingkan dengan SD, yang perubahan besarnya sungguh drastis. Dari yang tidak bisa membaca jadi bisa melahap bertumpuk-tumpuk buku, dari yang sebelumnya tidak bisa menulis bisa menulis hingga buku menjadi penuh tulisan. Sungguh perubahan yang drastis. Apakah di SMP ini aku juga mengalami perubahan drastis?
Sampe sekarang aku juga bingung.
Mungkin orang-orang yang membaca tulisanku ini bingung, gimana bisa sekolah dibilang gak ada gunanya?
Yah, memang, aku bisa tau ilmu-ilmu yang tidak kudapatkan di SD. Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dsb, dsb. Tapi??? Apakah ilmu itu benar-benar membuahkan hasil di kehidupanku saat ini? Apakah dengan aku memahami IPA aku bisa membuat mikroskop? Apakah dengan aku belajar bahasa inggris aku bisa membuat buku bahasa inggris? Rasa-rasanya perubahan itu tidak drastis. Hanya saja aku menjadi lebih tahu. Titik.
Memang, dengan aku belajar bahasa arab, aku jadi bisa berpidato bahasa arab, dan sempat memenangi kontes pidato bahasa arab. Tapi??? Apakah aku menang kontes pidato merupakan sebuah perubahan yang besar? Apakah besar manfaatnya di kehidupanku sehari-hari? Rasanya hari-hariku setelahnya juga biasa-biasa saja. Tidak ada yang beda. Lagipula, apakah tujuanku sekolah SMP ini untuk memenangi lomba pidato bahasa arab? Rasanya juga tidak.
Hal lain adalah… sekarang aku bisa bikin facebook, blog, friendster, email, y!m. ya, itu benar-benar sebuah perubahan. Tapi, kurasa itu bukan ilmu yang hanya bisa kudapatkan dengan sekolah. Rasanya itu hanya ilmu sepele, yang bisa dipelajari secara otodidak. Secara coba-coba. Secara iseng-iseng. Dan memang hasilnya juga tidak terlalu wah. Hanya blog yang biasa-biasa saja.
So, kesimpulannya, sampe detik ini, aku belum berhasil menemukan perubahan luar biasaku. Aku belum menemukan bedanya, sebelum masuk SMP dan setelah lulus SMP.
Aku nggak ingin melakukan hal yang sama di SMA ku nanti. Aku ingin membuat perubahan yang benar-benar luar biasa. Aku tidak ingin sekolahku tiga tahun tanpa perubahan luar biasa. Harus ada bedanya antara sebelum aku sekolah dan setelah aku sekolah.
Doakan aku agar tekadku kali ini tercapai!
kali ini aku merasa bukan hanya lulus. Tapi lulus dengan nilai yang memuaskan. 38,30 dari 40. dengan nilai matematika 10. sempurna. Alhamdulillah… semua ini kupersembahkan untuk guru-guruku di SpiLuqkim, khususnya guru matematika ku, untuk SpiLuqkim sendiri, dan untuk angkatan ’06. sebenarnya sih yang ndorong aku buat dapet nilai sempurna itu adalah guru matematikaku sendiri. Beliau pernah berkata, beberapa minggu sebelum UAN, “SpiLuqkim belum pernah ada yang dapet matematika 10 nih… padahal spalukhaz tahun lalu ada dua orang…”. Sejak aku denger kata-kata itu dari guru matematika ku, aku jadi bertekad untuk dapet nilai matematika 10. sebenernya targetku sih 10 untuk semua mata pelajaran, but I’m really sorry, faktanya aku gak bisa targetku. Yah, alhamdulillah, untuk matematika targetku bener-bener tercapai. Thanks for my teachers who teach me and give me support…